Cara Memilih Instrumen Investasi Sesuai Jangka Waktu Tujuan Keuangan
Pertanyaan yang paling sering muncul begitu seseorang mulai tertarik berinvestasi bukan lagi "instrumen apa yang paling untung", tapi lebih sering terjebak di situ juga.

Pertanyaan yang paling sering muncul begitu seseorang mulai tertarik berinvestasi bukan lagi "instrumen apa yang paling untung", tapi lebih sering terjebak di situ juga. Pertanyaan yang seharusnya diajukan lebih dulu justru jarang terdengar, yaitu "uang ini mau dipakai kapan". Jangka waktu tujuan keuangan menentukan jenis instrumen yang cocok jauh lebih kuat dibanding sekadar mengejar instrumen dengan nama paling sering disebut orang.
Kenapa jangka waktu lebih penting dari sekadar untung-rugi
Setiap instrumen investasi punya sifat naik turun nilai yang berbeda-beda dalam jangka pendek. Instrumen yang berpotensi memberi hasil besar dalam jangka panjang biasanya juga punya nilai yang bisa turun cukup dalam dalam jangka pendek, kadang tanpa peringatan. Kalau uang itu dibutuhkan dalam waktu dekat, penurunan sementara itu bisa berubah jadi kerugian nyata, karena terpaksa menjual saat nilainya sedang turun. Kalau uang itu memang baru dibutuhkan bertahun-tahun ke depan, penurunan sementara punya cukup waktu untuk pulih sebelum uangnya benar-benar dipakai. Jadi pertanyaan pertama sebelum memilih instrumen bukan "ini bagus atau tidak", tapi "kapan uang ini akan saya ambil".
Tujuan jangka pendek, kurang dari dua tahun
Untuk tujuan yang waktunya kurang dari dua tahun, seperti biaya pernikahan tahun depan, uang muka kendaraan, atau dana darurat yang memang harus selalu siap diambil, prioritas utamanya bukan hasil besar, tapi keamanan dan kemudahan mencairkan. Instrumen seperti deposito berjangka pendek, reksa dana pasar uang, atau tabungan berbunga tinggi jauh lebih cocok dibanding saham atau reksa dana saham. Hasilnya memang tidak besar, tapi nilainya stabil dan bisa dicairkan tanpa risiko rugi besar tepat saat uangnya memang dibutuhkan. Dasar soal reksa dana pasar uang ini juga disinggung di mengenal reksa dana untuk pemula, tanpa bikin pusing.
Tujuan jangka menengah, antara dua sampai lima tahun
Rentang ini yang paling sering membuat orang bingung, karena waktunya tidak cukup pendek untuk benar-benar aman kalau taruh di saham, tapi juga tidak terlalu panjang untuk menanggung penurunan besar kalau sedang apes. Untuk tujuan seperti biaya kuliah anak dalam tiga tahun atau renovasi rumah dalam empat tahun, campuran antara instrumen stabil dan instrumen dengan sedikit risiko biasanya lebih masuk akal dibanding memilih salah satu ekstrem. Reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana campuran dengan porsi saham yang kecil sering dipakai di rentang ini, karena potensi hasilnya sedikit lebih tinggi dari deposito tanpa mengambil risiko sebesar saham murni.
Tujuan jangka panjang, lebih dari lima tahun
Untuk tujuan yang waktunya masih lama, seperti dana pensiun yang baru dibutuhkan dua puluh tahun lagi, instrumen dengan potensi naik lebih tinggi seperti saham atau reksa dana saham punya waktu yang cukup untuk melewati masa-masa turun dan tetap bertumbuh dalam jangka panjang. Inilah kenapa dana pensiun sebaiknya mulai disiapkan sejak muda, bukan hanya soal jumlah uangnya, tapi soal waktu yang dimiliki untuk menanggung naik turun nilai investasi tanpa panik. Pembahasan lebih lengkap soal ini ada di menyiapkan dana pensiun sejak muda, kenapa dan bagaimana.
Satu uang, satu tujuan, satu jangka waktu
Kesalahan yang sering terjadi adalah mencampur semua uang jadi satu kantong besar lalu diinvestasikan ke satu jenis instrumen yang sama untuk semua tujuan. Akibatnya, uang untuk dana darurat yang sebenarnya butuh aman malah ikut ditaruh di saham, atau uang untuk pensiun yang masih puluhan tahun lagi malah ditaruh di deposito yang hasilnya kecil. Memisahkan uang berdasarkan tujuan dan jangka waktunya masing-masing, meski terasa merepotkan di awal, membuat setiap tujuan punya instrumen yang benar-benar sesuai dengan waktu pemakaiannya.
Risiko tetap harus dipahami, bukan sekadar dihindari
Memilih instrumen berdasarkan jangka waktu bukan berarti bisa melewatkan pemahaman soal risiko sama sekali. Reksa dana saham untuk tujuan jangka panjang tetap bisa turun tajam dalam periode tertentu, dan itu normal, bukan tanda sesuatu yang salah. Memahami jenis risiko ini sebelum mulai membuat seseorang tidak panik dan menjual rugi saat nilai sedang turun, padahal tujuannya masih bertahun-tahun lagi. Penjelasan lebih dalam soal ini ada di memahami risiko sebelum berinvestasi supaya tidak rugi besar.
Jangan pindah instrumen hanya karena sedang ramai dibicarakan
Instrumen tertentu kadang jadi sangat populer dalam waktu singkat karena ramai dibicarakan, padahal popularitas itu tidak mengubah fakta soal jangka waktu tujuan keuangan yang sudah direncanakan. Kalau tujuannya masih dua tahun lagi, instrumen apa pun yang sedang tren tetap kurang cocok kalau sifatnya naik turun tajam dalam jangka pendek. Kembali ke jangka waktu tujuan sendiri jauh lebih aman dibanding ikut arus karena sedang ramai dibicarakan orang lain.
Langkah sederhana menentukan instrumen
- Tulis setiap tujuan keuangan secara terpisah, lengkap dengan perkiraan waktu dibutuhkannya.
- Kelompokkan tujuan ke dalam tiga rentang: kurang dari dua tahun, dua sampai lima tahun, lebih dari lima tahun.
- Untuk jangka pendek, pilih instrumen yang stabil dan mudah dicairkan.
- Untuk jangka menengah, pertimbangkan campuran instrumen stabil dengan sedikit risiko.
- Untuk jangka panjang, beri ruang pada instrumen dengan potensi hasil lebih tinggi.
- Pisahkan uang per tujuan, jangan dicampur dalam satu kantong investasi yang sama.
Waktu yang menentukan, bukan nama instrumennya
Tidak ada instrumen investasi yang secara otomatis cocok untuk semua orang dan semua tujuan. Yang menentukan kecocokan sebuah instrumen adalah berapa lama lagi uang itu akan dipakai, bukan seberapa sering namanya disebut atau seberapa besar potensi untungnya di atas kertas. Mulai dengan menulis tujuan dan jangka waktunya lebih dulu, baru cari instrumen yang sesuai, bukan sebaliknya. Dasar-dasar memulai investasi dari nol dibahas lebih jauh di mulai investasi dari nol untuk pemula, dan lebih banyak lagi ada di kategori Investasi Pemula.
More in Investasi Pemula
Investasi Pemula
Memahami Risiko Sebelum Mulai Berinvestasi
Investasi menarik banyak orang dengan janji pertumbuhan uang, tetapi terlalu sering orang masuk tanpa benar-benar memahami...
Investasi Pemula
Menyiapkan Dana Pensiun Sejak Muda, Kenapa dan Bagaimana
Pensiun terasa sangat jauh bagi orang muda, sehingga menyiapkannya sering ditunda bertahun-tahun.
Investasi Pemula
Memahami Risiko Sebelum Berinvestasi Supaya Tidak Rugi Besar
Banyak orang tertarik berinvestasi demi keuntungan, tapi melupakan sisi yang sama pentingnya: risiko.