Tetap Atrium logo Tetap AtriumKeuangan dan gaya hidup praktis
Games

Hitung Biaya per Jam Main Sebelum Membeli Game Baru

Tahun lalu saya membeli satu game besar di hari rilisnya, harganya hampir Rp 900 ribu. Saya main sekitar tujuh jam, lalu pekerjaan menumpuk, lalu game itu tidak pernah saya sentuh lagi.

A game library list next to a calculator and a small expense notebook

Tahun lalu saya membeli satu game besar di hari rilisnya, harganya hampir Rp 900 ribu. Saya main sekitar tujuh jam, lalu pekerjaan menumpuk, lalu game itu tidak pernah saya sentuh lagi. Kalau dihitung, setiap jam bermain itu harganya kira-kira Rp 125 ribu. Untuk perbandingan, dengan uang segitu saya bisa nonton bioskop dua kali lengkap dengan popcorn.

Masalahnya bukan di harga game itu sendiri. Masalahnya saya membeli sesuatu tanpa pernah bertanya berapa jam yang benar-benar akan saya pakai. Hobi game sering dibilang boros, padahal kalau dihitung dengan cara yang benar, game bisa jadi hiburan paling murah per jam. Bisa juga jadi yang paling mahal. Bedanya ada di satu hitungan sederhana yang hampir tidak pernah dilakukan orang sebelum menekan tombol beli.

Kenapa harga di etalase menipu

Harga game ditampilkan sebagai satu angka bulat, dan otak kita membandingkannya dengan angka bulat lain: "Rp 700 ribu itu mahal", "Rp 70 ribu itu murah". Padahal yang kita beli bukan barang, melainkan waktu hiburan. Game seharga Rp 70 ribu yang dimainkan satu jam lalu dihapus sebenarnya lebih mahal per jam daripada game Rp 700 ribu yang dimainkan seratus jam.

Ada satu jebakan lagi. Saat membeli, kita membayangkan jam main versi ideal, versi diri kita yang punya waktu luang setiap malam. Kenyataannya, sebagian besar orang dewasa yang bekerja hanya punya beberapa jam seminggu untuk bermain. Kalau perkiraan jam main dibuat dari harapan, hitungan biaya per jam ikut jadi angan-angan.

Karena itu, saya sekarang memakai jam main realistis, bukan jam main yang saya inginkan. Caranya mudah: buka riwayat jam main di Steam atau di konsol, lihat lima game terakhir yang saya beli, dan catat berapa jam yang benar-benar terpakai. Angka itu biasanya membuat malu, tapi justru itu yang berguna.

Contoh hitungan dengan angka sungguhan

Berikut perbandingan dari catatan saya sendiri dan beberapa teman. Harga dibulatkan, dan jam main adalah jam yang benar-benar terpakai, bukan klaim panjang cerita dari pembuat game.

PembelianHarga yang dibayarJam main nyataBiaya per jam
Game besar, beli hari rilisRp 879.0007Rp 125.570
Game besar yang sama, beli saat diskon 60 persen setahun kemudianRp 351.60034Rp 10.340
Game indie bertaniRp 116.00082Rp 1.415
Game diskon 80 persen yang tidak pernah dibukaRp 45.0000Tak terhingga
Tiket bioskop akhir pekan, film 2 jamRp 50.0002Rp 25.000

Baris kedua menarik karena game-nya sama persis. Teman saya menunggu setahun, membayar kurang dari separuh harga, dan karena tidak terburu-buru, ia memainkannya sampai tamat. Biaya per jamnya turun lebih dari sepuluh kali lipat. Ia tidak lebih pintar dari saya. Ia hanya membeli ketika memang sedang punya waktu untuk bermain.

Baris keempat adalah baris yang paling sering saya temukan di perpustakaan game orang lain, termasuk punya saya sendiri. Harganya murah, tapi nilainya nol karena tidak pernah dimainkan.

"Beli saat diskon pasti hemat" tidak selalu benar

Nasihat paling umum soal hobi game adalah tunggu diskon besar. Saya setuju sebagian. Diskon memang menurunkan biaya per jam, seperti terlihat di tabel. Tapi diskon juga punya efek samping yang jarang dibahas: ia membuat kita membeli game yang sebenarnya tidak kita butuhkan, hanya karena harganya terasa terlalu bagus untuk dilewatkan.

Dari pengamatan saya pada beberapa teman yang rajin berburu diskon, kira-kira sepertiga game yang mereka beli saat obral besar belum pernah dimainkan lebih dari satu jam. Uang yang keluar untuk game-game itu kecil satu per satu, tapi kalau dijumlahkan dalam setahun bisa menyamai harga dua game baru di hari rilis. Pola ini sama dengan yang saya tulis di jebakan diskon yang bikin belanja makin boros: potongan harga menggeser pertanyaan dari "apakah saya perlu?" menjadi "apakah ini murah?".

Jadi aturan saya sekarang begini. Diskon hanya boleh menjadi alasan kedua. Alasan pertama harus selalu "saya akan memainkan ini dalam dua minggu ke depan".

Cara memperkirakan jam main sebelum membeli

Ada tiga sumber yang saya pakai, dan tidak ada satu pun yang sempurna.

Pertama, riwayat diri sendiri. Kalau saya sudah tiga kali berhenti di tengah game aksi panjang, kemungkinan besar game aksi panjang berikutnya juga akan bernasib sama. Ini sumber paling jujur, dan paling sering diabaikan.

Kedua, rata-rata waktu tamat yang dikumpulkan komunitas pemain. Angkanya bisa dicari dengan mengetik judul game ditambah kata "berapa jam tamat". Angka ini memberi gambaran kasar, tapi ingat bahwa itu waktu orang yang menamatkan, bukan waktu rata-rata semua pembeli.

Ketiga, masa uji coba. Steam memberi pengembalian dana untuk game yang dimainkan kurang dari dua jam dan dibeli dalam empat belas hari terakhir. Dua jam itu saya pakai sebagai ujian. Kalau dalam dua jam saya tidak merasa ingin kembali besok, game itu saya kembalikan. Banyak orang lupa aturan ini ada, padahal ia adalah rem paling efektif untuk pembelian impulsif.

Biaya yang tidak tercantum di harga game

Hitungan di atas masih terlalu sederhana karena hanya memakai harga game. Ada tiga biaya lain yang sering ikut menempel, dan semuanya menaikkan biaya per jam.

Yang pertama adalah langganan online. Di PlayStation dan Nintendo Switch, bermain online bersama orang lain umumnya mensyaratkan langganan berbayar. Kalau kamu membeli game yang serunya ada di mode online, biaya langganan itu sebenarnya bagian dari harga game tersebut, dan harus dibagi ke jam main juga.

Yang kedua adalah konten tambahan dan pembelian di dalam game. Paket ekspansi, tiket musiman, atau kosmetik kecil sering tidak terasa karena dibayar sedikit-sedikit. Teman saya baru sadar setelah menjumlahkan riwayat transaksinya bahwa game "gratis" yang ia mainkan sudah menghabiskan lebih dari Rp 1,3 juta dalam delapan bulan.

Yang ketiga adalah listrik. Konsol generasi terbaru bisa menarik sekitar 200 watt saat dipakai bermain. Tiga jam sehari berarti kira-kira 0,6 kWh. Dengan tarif rumah tangga nonsubsidi sekitar Rp 1.445 per kWh, itu sekitar Rp 870 per hari, atau sekitar Rp 26 ribu sebulan. Kecil, tapi tetap nyata, dan menambah kira-kira Rp 290 ke setiap jam main.

Menentukan batas biaya per jam yang masuk akal

Angka batas ini pribadi, dan saya tidak akan pura-pura ada angka yang benar untuk semua orang. Saya sendiri memakai patokan Rp 15.000 per jam, kira-kira separuh biaya nonton bioskop per jam. Kalau perkiraan jam main realistis dikali Rp 15.000 masih di bawah harga game, saya tunggu dulu sampai harganya turun atau sampai jadwal saya lebih longgar.

Contohnya, game seharga Rp 600.000 butuh setidaknya 40 jam main supaya lolos patokan saya. Kalau riwayat saya bilang saya biasanya berhenti di jam kelima belas, game itu belum layak dibeli sekarang. Bukan berarti game-nya jelek. Hanya belum waktunya.

Untuk yang ingin mengatur hobi ini lebih menyeluruh, termasuk membagi waktu dan uang dalam satu bulan, ada panduan mengatur waktu dan uang untuk hobi game yang bisa dipakai bersama hitungan ini.

Langkah untuk minggu ini

Buka perpustakaan game kamu dan catat lima game terakhir yang kamu beli, lengkap dengan harga dan jam main yang tercatat. Bagi harga dengan jam main, lalu tulis hasilnya di catatan pengeluaran. Kalau belum punya kebiasaan mencatat, mulai dari cara mencatat pengeluaran tanpa ribet. Lima angka itu akan menunjukkan pola belanja game kamu lebih jelas daripada nasihat mana pun, termasuk tulisan ini.

DA
Dewi Anggraini

Dewi menulis soal hidup hemat yang manusiawi, memangkas pemborosan tanpa membuat hidup terasa sengsara.

More posts by Dewi

More in Games

01doorganico 084goad 3hot8 4465456 after5internprogram ahandfulofblessings ahmadpc ahomcybersecurity allodialresources annodex antiquesandperiodcollectibles aotc asianworldkashmir beedlectrics bloggertemplatefree bluefeatheragency bodyweightsolution campaign08blog carfixadvisor catstreetcollective cbstvsports cnfanspurchasing committeeof500yearsofdignityandresistance covertopsdjs cs-kaiyuangame cuestacomunicaciontotal cxoutlet dancebetgame deskgearhub destinyvillastay detectmagazine di33 diamondsteelbuildings donmo dyanadropship emarsysfinance emimattl escapechan eskitarih evautoplay everythingweddings-orlando farmzone feedviewerapp foxstudiosscratch gamevui123 gleasongrade greetingsday hacklabasu haskell iw-kaiyun jagoanproperti jilidskripsi joltbusinessfinance juegodepokergratis juegospucca kaeru-festival latestmehndidesigns lestanzediottaviano litemagazines localcommunityhero lustrsazan mariashebets menswheels newwebstechs1 nikkit ootheday oxigenvpn plurfitness prefetial probudgetcarpetcleaning psychicmrsmartin pyaten qvantor rejoignezlogis rexzbot riselayouts ruchin rwxqsgd5 sakaltime shibiaowang shop-bot skrtips strcoding topselller uneplanteartificielle vipertechcr webtech1223411 wo-kygaming yamaha-mekar yeknava yoybuysheets zenunwa yamaha-mekar jilidskripsi ankertoto ankertoto ankertoto ankertoto