Mengatur Budget Nongkrong Tanpa Merusak Keuangan Bulanan
Seorang pembaca pernah mengirimi saya catatan pengeluarannya selama sebulan. Gajinya Rp6,5 juta, dan pos terbesarnya setelah kos ternyata bukan makan, bukan transportasi, tetapi nongkrong: kopi sore, makan malam bareng teman kantor,...

Seorang pembaca pernah mengirimi saya catatan pengeluarannya selama sebulan. Gajinya Rp6,5 juta, dan pos terbesarnya setelah kos ternyata bukan makan, bukan transportasi, tetapi nongkrong: kopi sore, makan malam bareng teman kantor, patungan ulang tahun, dan karaoke akhir pekan. Totalnya Rp1,7 juta. Ia kaget, karena tidak satu pun dari pengeluaran itu terasa besar saat terjadi. Budget nongkrong memang jarang dibuat, padahal justru di situlah uang paling mudah bocor.
Saya tidak akan menyuruh Anda berhenti bertemu teman. Pertemanan itu kebutuhan, bukan kemewahan, dan orang yang mengisolasi diri demi hemat biasanya tidak bertahan lama. Yang bisa diubah adalah cara kita merencanakannya, supaya tetap bisa ikut tanpa harus mengorek tabungan di tanggal 20.
Kenapa Budget Nongkrong Perlu Pos Sendiri
Banyak orang memasukkan nongkrong ke pos "makan" atau "lain-lain". Akibatnya, pengeluaran sosial bersembunyi di balik kebutuhan pokok. Kopi Rp45 ribu tercatat sama dengan nasi bungkus Rp15 ribu, dan Anda tidak pernah tahu berapa sebenarnya harga kehidupan sosial Anda.
Begitu dipisah, polanya langsung terlihat. Dari pengalaman saya membantu beberapa teman menyusun anggaran, pos ini biasanya berada di kisaran 10 sampai 25 persen penghasilan untuk pekerja muda di kota besar. Angka itu tidak salah, asal disengaja. Kalau Anda belum punya kerangka anggaran bulanan, mulailah dari panduan membuat anggaran bulanan yang benar-benar jalan, lalu tambahkan pos nongkrong di dalamnya.
Menentukan Angka yang Masuk Akal
Cara paling sederhana adalah melihat ke belakang dulu, bukan menebak. Buka mutasi rekening dan dompet digital tiga bulan terakhir, lalu tandai semua transaksi yang terjadi karena ada orang lain: kafe, restoran, patungan, tiket, ojek ke tempat ketemuan.
Setelah dijumlah, ambil rata-ratanya dan tentukan target sekitar 80 persen dari angka itu. Contohnya:
| Bulan | Total nongkrong |
|---|---|
| Juli | Rp1.450.000 |
| Agustus | Rp1.900.000 |
| September | Rp1.650.000 |
| Rata-rata | Rp1.666.000 |
| Target bulan depan (80 persen) | Rp1.330.000 |
Potongan 20 persen terasa ringan, sehingga Anda tidak langsung menyerah di minggu pertama. Bulan berikutnya, kalau berhasil, turunkan lagi sedikit atau biarkan stabil.
Sistem Amplop Mingguan untuk Uang Sosial
Anggaran bulanan untuk nongkrong punya satu kelemahan: uangnya habis di dua minggu pertama, lalu sisa bulan terasa sepi. Solusinya adalah memecahnya per minggu.
- Bagi target bulanan dengan empat. Dari contoh di atas, sekitar Rp330 ribu per minggu.
- Pindahkan ke kantong terpisah di dompet digital atau rekening kedua setiap Senin pagi.
- Bayar semua acara sosial dari kantong itu saja. Kalau saldonya tinggal Rp40 ribu di hari Jumat, Anda tahu pilihan malam ini adalah kopi, bukan makan malam.
- Sisa minggu ini boleh digulung ke minggu depan, misalnya untuk acara yang lebih mahal.
Cara ini membuat keputusan jadi mudah, karena angkanya terlihat jelas sebelum Anda memesan.
Nasihat Populer yang Menurut Saya Keliru
Saran yang sering beredar adalah "masak sendiri dan ajak teman ke rumah saja supaya hemat". Kedengarannya masuk akal, tetapi dalam praktiknya sering tidak lebih murah. Menjamu empat orang di rumah dengan masakan yang layak, camilan dan minuman bisa menghabiskan Rp250 sampai Rp400 ribu, ditanggung satu orang. Sementara di warung kopi, masing-masing membayar sendiri sekitar Rp50 ribu.
Menjamu di rumah tetap menyenangkan dan bisa hemat kalau dibuat patungan atau tiap orang membawa satu hidangan. Tapi jangan anggap otomatis lebih murah. Hitung dulu, lalu pilih yang paling cocok untuk kelompok Anda.
Saya juga kurang setuju dengan saran "tolak saja ajakan yang mahal". Menolak terus-menerus membuat Anda perlahan tidak diajak lagi. Lebih baik ikut sebagian, misalnya datang setelah makan malam untuk ngobrol, atau pesan satu menu saja.
Trik Kecil Saat Sudah di Tempat
Sebagian besar pemborosan terjadi setelah duduk, bukan saat memutuskan berangkat. Beberapa kebiasaan yang cukup membantu:
- Cek menu dan harga sebelum berangkat. Banyak tempat mencantumkannya di aplikasi peta atau media sosial.
- Makan ringan di rumah dulu kalau acaranya di tempat mahal. Anda bisa memesan minuman dan satu camilan saja.
- Minta tagihan dipisah sejak memesan, bukan di akhir. Membagi rata sering membuat orang yang memesan sedikit menanggung porsi orang lain.
- Perhatikan biaya tambahan. Pajak dan biaya layanan bisa menambah 15 sampai 21 persen dari harga menu.
- Pulang bareng atau naik transportasi umum. Ongkos ojek pulang larut malam kadang lebih mahal dari kopinya.
Menghadapi Momen Besar yang Tidak Rutin
Ulang tahun teman, liburan bareng, konser atau pernikahan tidak cocok dibebankan ke kantong mingguan. Buat pos tersendiri dengan menyisihkan Rp100 sampai Rp200 ribu per bulan sebagai cadangan acara. Dengan begitu, ketika ada ajakan liburan tiga bulan lagi, uangnya sudah mulai terkumpul. Untuk undangan pernikahan yang datang beruntun, ada cara khusus yang saya bahas di mengatur budget amplop kondangan.
Satu hal lagi: jujurlah ke teman dekat. Mengatakan "bulan ini aku lagi ngirit, ketemu di tempat yang biasa aja ya" jauh lebih umum dari yang Anda kira, dan sering kali teman Anda juga diam-diam lega mendengarnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa persen gaji yang wajar untuk nongkrong?
Tidak ada angka baku. Sekitar 10 persen umumnya aman, dan boleh lebih tinggi selama tabungan dan dana darurat sudah terisi lebih dulu. Kalau masih punya cicilan konsumtif, tahan di bawah 10 persen.
Bagaimana kalau teman selalu memilih tempat mahal?
Tawarkan alternatif lebih dulu sebelum mereka memutuskan. Orang yang mengusulkan tempat biasanya yang menentukan, jadi jadilah pengusul sesekali.
Apakah traktiran harus dibalas dengan nilai yang sama?
Tidak harus. Membalas dengan kopi atau camilan di lain waktu sudah cukup sopan. Pertemanan yang sehat tidak menghitung nominal, tetapi kebiasaan saling memberi.
Langkah Pertama Mulai Minggu Ini
Malam ini, buka mutasi tiga bulan terakhir dan jumlahkan semua pengeluaran sosial. Ambil 80 persennya, bagi empat, dan pindahkan jatah minggu pertama ke kantong terpisah besok pagi. Itu saja sudah cukup untuk mengubah nongkrong dari kebocoran menjadi pilihan sadar. Ide lain tentang keuangan sehari-hari bisa Anda temukan di rubrik gaya hidup.
More in Gaya Hidup
Gaya Hidup
Mengatur Budget Amplop Kondangan Saat Undangan Menumpuk
Bulan ini ada empat undangan di grup WhatsApp keluarga dan dua lagi dari teman kantor. Satu di kota lain.
Gaya Hidup
Hidup Hemat Bukan Berarti Hidup Susah
Hemat sering dibayangkan sebagai hidup serba kekurangan, menahan diri dari segala kesenangan dan menjalani hidup yang...
Gaya Hidup
Hidup Sederhana yang Menenangkan dan Hemat
Di tengah dorongan untuk terus membeli dan memiliki lebih banyak, hidup sederhana sering disalahpahami sebagai kekurangan atau...