Tetap Atrium logo Tetap AtriumKeuangan dan gaya hidup praktis
Gaya Hidup

Cara Menyusun Budget Liburan Akhir Tahun Tanpa Utang

Desember tinggal beberapa minggu lagi, grup keluarga sudah ramai membahas mau ke mana, dan saldo tabungan Anda belum bergerak sejak bulan lalu.

A family packing a suitcase at home while a parent checks a travel budget in a notebook

Desember tinggal beberapa minggu lagi, grup keluarga sudah ramai membahas mau ke mana, dan saldo tabungan Anda belum bergerak sejak bulan lalu. Tanpa budget liburan akhir tahun yang jelas, biasanya ceritanya sama: tiket dibeli mendadak dengan harga tertinggi, sisa biaya ditalangi kartu kredit atau paylater, lalu Januari habis untuk membayar cicilan.

Saya sudah empat tahun merencanakan liburan keluarga dengan cara yang lebih tenang, dan polanya sederhana. Hitung dulu angka totalnya, pecah menjadi pos yang masuk akal, lalu sesuaikan tujuan dengan uang yang benar-benar ada. Berikut langkahnya, lengkap dengan contoh angka.

Mulai Budget Liburan Akhir Tahun dari Angka yang Sudah Ada

Kesalahan paling umum adalah memilih tujuan dulu, baru mencari uangnya. Balik urutannya. Lihat tiga sumber dana ini:

  • Tabungan yang memang disisihkan untuk liburan. Bukan dana darurat. Dana darurat jangan disentuh untuk jalan-jalan.
  • Sisa gaji November dan Desember setelah semua tagihan rutin dibayar.
  • Bonus atau THR akhir tahun, kalau ada, dan hanya sebagian. Saya biasanya memakai maksimal 40 persen bonus untuk liburan, sisanya untuk tabungan dan kebutuhan awal tahun.

Misalnya Anda punya tabungan liburan Rp3.000.000, bisa menyisihkan Rp1.500.000 dari dua bulan gaji, dan mendapat bonus Rp5.000.000. Angka maksimal liburan Anda adalah Rp3.000.000 + Rp1.500.000 + Rp2.000.000 = Rp6.500.000. Itu plafon, bukan target yang wajib dihabiskan.

Pecah Total Menjadi Pos yang Realistis

Setelah plafon jelas, bagi ke dalam pos. Pembagian di bawah ini berdasarkan catatan pengeluaran liburan keluarga saya, dua dewasa dan satu anak, untuk perjalanan darat tiga malam dari Jakarta ke Yogyakarta.

PosPorsiContoh dari Rp6.500.000
Transportasi pergi pulang25 persenRp1.625.000
Penginapan30 persenRp1.950.000
Makan20 persenRp1.300.000
Tiket wisata dan aktivitas10 persenRp650.000
Oleh-oleh5 persenRp325.000
Cadangan tak terduga10 persenRp650.000

Pos cadangan ini sering dilewatkan, padahal justru yang paling sering terpakai. Tahun lalu cadangan kami habis untuk parkir, tol yang ternyata lebih mahal dari perkiraan, dan obat flu untuk si kecil di hari kedua.

Hitung biaya yang sering terlupa

Selain pos besar, catat juga biaya kecil yang menumpuk. Bensin dan tol untuk perjalanan darat, biaya bagasi kalau naik pesawat murah, ongkos ojek dari bandara, penitipan kucing selama Anda pergi, sampai biaya tes kesehatan hewan. Kalau Anda punya kucing, artikel tentang biaya pelihara kucing per bulan bisa membantu memperkirakan ongkos penitipan.

Langkah Menabung Enam Minggu Sebelum Berangkat

Kalau plafon Anda masih kurang dari rencana, ada enam minggu yang bisa dimanfaatkan. Ini rutinitas yang saya pakai:

  1. Buka satu rekening atau kantong terpisah khusus liburan, supaya uangnya tidak tercampur dengan belanja harian.
  2. Pasang autodebet mingguan sehari setelah gajian. Rp250.000 per minggu selama enam minggu sudah Rp1.500.000.
  3. Potong satu pengeluaran gaya hidup selama periode itu. Untuk banyak orang, yang paling mudah dikurangi adalah jajan dan nongkrong. Cara saya mengaturnya ada di tulisan tentang mengatur budget nongkrong tanpa merusak keuangan.
  4. Jual barang yang tidak terpakai. Stroller lama, sepeda statis yang jadi gantungan baju, atau buku. Hasilnya langsung masuk kantong liburan.
  5. Cek ulang setiap Minggu malam, lima menit saja, apakah setoran minggu itu sudah masuk.

Jangan Kejar Promo Tiket Terlalu Jauh Hari

Nasihat yang sering beredar adalah beli tiket sejauh mungkin dari tanggal berangkat agar paling murah. Untuk akhir tahun, saya tidak sepenuhnya setuju. Tiket pesawat memang cenderung naik mendekati tanggal 20 Desember, tetapi banyak orang membeli tiket tiga bulan sebelumnya dengan uang yang sebenarnya belum ada, lalu menutupnya dengan paylater.

Hasilnya, harga tiket mungkin hemat Rp300.000, tetapi bunga dan denda cicilan bisa lebih besar dari itu, belum lagi risiko rencana berubah dan tiket promo tidak bisa dibatalkan. Kalau memang harus memakai cicilan, baca dulu panduan cara pakai paylater dengan aman dan pastikan totalnya masuk dalam plafon tadi.

Pendekatan saya: beli tiket ketika uang untuk pos transportasi sudah terkumpul penuh, walaupun harganya sedikit lebih mahal. Selain itu, pertimbangkan tanggal di luar puncak. Berangkat 26 Desember dan pulang 30 Desember sering jauh lebih murah daripada 22 sampai 26 Desember, dan tempat wisata juga sedikit lebih lengang.

Sesuaikan Tujuan dengan Plafon, Bukan Sebaliknya

Kalau ternyata total yang terkumpul hanya Rp3.500.000, jangan memaksakan rencana Rp6.500.000. Pilih tujuan yang lebih dekat, kurangi satu malam, atau ganti hotel dengan penginapan rumahan yang punya dapur. Memasak sarapan sendiri selama tiga hari bisa menghemat Rp300.000 sampai Rp450.000 untuk keluarga kecil.

Liburan dekat rumah juga tetap liburan. Dua malam di kota tetangga yang bisa dicapai dengan kereta atau mobil sering terasa lebih santai daripada perjalanan jauh yang membuat Anda memikirkan tagihan sepanjang waktu.

Sebagai gambaran, dengan Rp3.500.000 keluarga kecil dari Bandung bisa menginap dua malam di Garut atau Pangandaran: bensin dan tol sekitar Rp600.000, penginapan rumahan Rp900.000, makan Rp1.000.000, wisata Rp400.000, dan masih ada cadangan Rp600.000. Liburannya lebih pendek, tetapi Januari Anda tetap bersih dari cicilan.

Menjaga Budget Tetap Utuh Selama di Perjalanan

Rencana yang rapi bisa berantakan dalam dua hari kalau tidak ada aturan selama liburan. Uang terasa lebih ringan dikeluarkan ketika suasana sedang santai, dan pembayaran digital membuat kita jarang melihat berapa yang sudah terpakai.

Ada beberapa kebiasaan yang membantu keluarga kami tetap di dalam plafon:

  • Tentukan jatah harian. Pos makan Rp1.300.000 untuk tiga hari berarti sekitar Rp430.000 per hari. Kalau hari pertama hanya terpakai Rp350.000, sisanya boleh digeser ke hari berikutnya, bukan dibelanjakan untuk camilan malam.
  • Pisahkan uang oleh-oleh di amplop atau kantong digital sendiri. Oleh-oleh adalah pos yang paling mudah membengkak karena dibeli di hari terakhir, saat semua orang lelah dan ingin cepat selesai.
  • Catat setiap transaksi malam itu juga. Cukup lima menit sebelum tidur, di aplikasi catatan atau buku kecil. Tanpa catatan, Anda baru sadar kebobolan setelah pulang.
  • Bawa bekal untuk perjalanan. Air minum, roti, dan buah untuk di mobil atau kereta bisa menghemat Rp100.000 sampai Rp150.000 sekali jalan dibanding membeli di rest area atau stasiun.

Satu hal lagi: sepakati sejak awal dengan pasangan dan anak-anak yang sudah cukup besar soal batas pengeluaran. Anak usia sekolah biasanya bisa diajak memegang uang saku liburan sendiri, misalnya Rp100.000 untuk tiga hari. Cara ini membuat mereka ikut memilih, dan rengekan di toko suvenir jauh berkurang.

Setelah pulang, bandingkan catatan pengeluaran dengan rencana awal. Pos mana yang meleset, pos mana yang ternyata berlebih. Data ini sangat berguna untuk menyusun anggaran liburan tahun depan, karena Anda tidak lagi menebak, tetapi memakai angka dari pengalaman sendiri.

Tanya Jawab

Berapa persen gaji yang ideal untuk budget liburan?

Tidak ada angka pasti, tetapi banyak perencana keuangan menyarankan sekitar 5 sampai 10 persen penghasilan tahunan untuk liburan. Yang lebih penting, liburan dibiayai dari tabungan, bukan utang, dan tidak mengganggu dana darurat.

Bolehkah memakai bonus akhir tahun untuk liburan?

Boleh, asalkan sebagian saja. Sisihkan dulu untuk melunasi utang berbunga tinggi dan kebutuhan awal tahun seperti biaya sekolah, lalu gunakan sisanya untuk liburan.

Kapan waktu terbaik membeli tiket liburan akhir tahun?

Untuk pesawat domestik, sekitar enam sampai delapan minggu sebelum berangkat sering menjadi titik tengah yang wajar. Belilah ketika uangnya sudah siap, bukan semata karena ada promo.

Bagaimana kalau budget liburan terlanjur jebol?

Catat selisihnya, lalu tutup dari pos lain di bulan Januari dan Februari, misalnya dengan mengurangi makan di luar. Hindari menutupnya dengan pinjaman baru, karena bunganya akan membuat biaya liburan semakin mahal.

DA
Dewi Anggraini

Dewi menulis soal hidup hemat yang manusiawi, memangkas pemborosan tanpa membuat hidup terasa sengsara.

More posts by Dewi

More in Gaya Hidup

01doorganico 084goad 3hot8 4465456 after5internprogram ahandfulofblessings ahmadpc ahomcybersecurity allodialresources annodex antiquesandperiodcollectibles aotc asianworldkashmir beedlectrics bloggertemplatefree bluefeatheragency bodyweightsolution campaign08blog carfixadvisor catstreetcollective cbstvsports cnfanspurchasing committeeof500yearsofdignityandresistance covertopsdjs cs-kaiyuangame cuestacomunicaciontotal cxoutlet dancebetgame deskgearhub destinyvillastay detectmagazine di33 diamondsteelbuildings donmo dyanadropship emarsysfinance emimattl escapechan eskitarih evautoplay everythingweddings-orlando farmzone feedviewerapp foxstudiosscratch gamevui123 gleasongrade greetingsday hacklabasu haskell iw-kaiyun jagoanproperti jilidskripsi joltbusinessfinance juegodepokergratis juegospucca kaeru-festival latestmehndidesigns lestanzediottaviano litemagazines localcommunityhero lustrsazan mariashebets menswheels newwebstechs1 nikkit ootheday oxigenvpn plurfitness prefetial probudgetcarpetcleaning psychicmrsmartin pyaten qvantor rejoignezlogis rexzbot riselayouts ruchin rwxqsgd5 sakaltime shibiaowang shop-bot skrtips strcoding topselller uneplanteartificielle vipertechcr webtech1223411 wo-kygaming yamaha-mekar yeknava yoybuysheets zenunwa yamaha-mekar jilidskripsi ankertoto ankertoto ankertoto ankertoto