Cara Mengelola Keuangan Saat Pendapatan Tidak Tetap Setiap Bulan
Freelancer, pekerja lepas, pemilik usaha kecil, sampai karyawan yang gajinya banyak bergantung pada komisi, semua punya satu masalah yang sama: bulan ini bisa dapat banyak, bulan depan belum tentu.

Freelancer, pekerja lepas, pemilik usaha kecil, sampai karyawan yang gajinya banyak bergantung pada komisi, semua punya satu masalah yang sama: bulan ini bisa dapat banyak, bulan depan belum tentu. Nasihat keuangan kebanyakan ditulis dengan asumsi gaji bulanan yang jumlahnya sama persis setiap tanggal muda. Buat orang dengan pendapatan tidak tetap, asumsi itu justru yang membuat banyak rencana keuangan gagal dipakai.
Berhenti menganggarkan berdasarkan bulan terbaik
Kesalahan paling umum adalah membuat anggaran bulanan berdasarkan bulan paling bagus yang pernah dialami. Begitu bulan berikutnya pendapatannya separuh dari itu, seluruh anggaran langsung berantakan dan muncul rasa gagal yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Cara yang lebih aman adalah melihat enam sampai dua belas bulan terakhir, ambil angka pendapatan yang paling rendah di antara semua itu, lalu susun pengeluaran wajib bulanan berdasarkan angka terendah tersebut, bukan rata-rata apalagi angka tertinggi. Semua pendapatan di atas angka itu diperlakukan sebagai bonus, bukan sebagai jatah yang sudah pasti ada.
Punya satu rekening khusus untuk meratakan pendapatan
Triknya adalah memisahkan rekening tempat uang masuk dari rekening tempat uang dibelanjakan sehari-hari. Semua pendapatan, besar atau kecil, masuk ke rekening penampung dulu. Dari rekening itu, pindahkan jumlah yang sama setiap bulan ke rekening belanja harian, sesuai angka pendapatan terendah yang sudah dihitung di atas. Saat bulan ramai datang, uangnya tetap di rekening penampung dan tidak langsung dibelanjakan. Saat bulan sepi datang, rekening belanja harian tetap terisi penuh karena sudah ditopang oleh simpanan dari bulan-bulan ramai sebelumnya. Cara ini pada dasarnya membuat gaji bulanan sendiri, meski sumber pendapatannya naik turun tidak beraturan.
Dana darurat perlu lebih tebal dari biasanya
Rekomendasi umum dana darurat adalah tiga sampai enam bulan pengeluaran, dan itu cocok untuk orang dengan gaji tetap yang risikonya hanya kehilangan pekerjaan. Untuk pendapatan tidak tetap, risikonya lebih sering terjadi, yaitu musim sepi yang bisa datang kapan saja tanpa pemberitahuan. Angka yang lebih realistis ada di kisaran enam sampai dua belas bulan pengeluaran wajib, bukan karena harus serba berlebihan, tapi karena jarak antara musim ramai dan musim sepi memang bisa lebih panjang dari yang dikira. Perhitungan dasarnya sama dengan yang dibahas di dana darurat, berapa besar dan cara mengumpulkannya, hanya saja target akhirnya dinaikkan.
Sisihkan pajak dan iuran di awal, bukan belakangan
Buat pekerja lepas, tidak ada yang otomatis memotong pajak dari pendapatan seperti gaji karyawan tetap. Kalau tidak disisihkan dari awal, uang itu ikut terpakai untuk kebutuhan lain dan baru terasa berat saat waktunya benar-benar harus dibayar. Cara paling aman adalah langsung menyisihkan persentase tertentu dari setiap pendapatan yang masuk ke rekening terpisah khusus untuk pajak dan iuran wajib lainnya, sebelum uang itu dianggap sebagai milik sendiri untuk dibelanjakan. Dengan begitu, saat tagihan datang, uangnya sudah ada dan tidak perlu mengganggu anggaran bulan itu.
Prioritaskan utang yang pembayarannya tetap, bukan yang fleksibel
Dengan pendapatan yang naik turun, utang dengan cicilan tetap setiap bulan jauh lebih berat dibanding utang yang pembayarannya bisa menyesuaikan. Kalau sedang melunasi beberapa utang sekaligus, utamakan dulu yang cicilannya kaku dan tidak bisa dinegosiasikan, supaya beban bulanan yang wajib dibayar tetap serendah mungkin. Strategi melunasi utang secara umum ada di strategi melunasi utang lebih cepat dan tetap waras, dan prinsip itu tetap berlaku, hanya urutannya disesuaikan dengan kenyataan pendapatan yang tidak rata.
Jangan samakan bulan ramai dengan standar hidup baru
Satu bulan yang hasilnya jauh di atas biasanya mudah membuat gaya hidup ikut naik, dari makan di luar lebih sering sampai belanja barang yang sebenarnya bisa ditunda. Masalahnya, standar hidup yang sudah naik itu sulit diturunkan lagi begitu bulan sepi datang. Lebih aman menganggap bulan ramai sebagai kesempatan menambah tabungan atau dana darurat, bukan sebagai sinyal untuk menaikkan pengeluaran rutin. Begitu dana darurat dan tabungan tujuan sudah terasa cukup aman, baru pelan-pelan boleh menikmati sebagian kecil dari bulan ramai itu.
Catat pendapatan per sumber, bukan hanya totalnya
Kalau pendapatan datang dari beberapa klien atau beberapa jenis pekerjaan, mencatat totalnya saja membuat sulit melihat sumber mana yang sebenarnya paling stabil dan mana yang paling sering telat atau tidak pasti. Mencatat per sumber membantu melihat pola: sumber mana yang bisa diandalkan sebagai dasar perhitungan pendapatan terendah, dan sumber mana yang memang sebaiknya diperlakukan sebagai bonus saja. Kebiasaan mencatat seperti ini juga dibahas lebih jauh di mencatat pengeluaran tanpa ribet, dan kenapa itu penting, meski fokusnya di sana lebih ke sisi pengeluaran.
Susun tujuan tabungan dalam bentuk nominal yang bisa dicicil kapan saja
Daripada menabung dengan jumlah tetap setiap bulan yang sulit dipenuhi saat sepi, lebih realistis menyusun tujuan tabungan dalam bentuk total nominal yang bisa dicicil dengan jumlah berbeda-beda tiap bulan, besar saat ramai dan kecil saat sepi. Yang penting totalnya tercapai pada waktu yang direncanakan, bukan jumlah bulanannya selalu sama. Pendekatan menabung yang fleksibel seperti ini dibahas lebih lengkap di menabung untuk tujuan besar tanpa terasa berat.
Langkah ringkas untuk mulai
- Lihat enam sampai dua belas bulan terakhir, catat pendapatan bulan paling rendah.
- Susun anggaran pengeluaran wajib berdasarkan angka terendah itu, bukan rata-rata.
- Pisahkan rekening penampung pendapatan dari rekening belanja harian.
- Sisihkan persentase untuk pajak dan iuran begitu pendapatan masuk, sebelum dianggap uang sendiri.
- Targetkan dana darurat enam sampai dua belas bulan, bukan tiga sampai enam bulan.
- Perlakukan bulan ramai sebagai kesempatan menabung, bukan alasan menaikkan gaya hidup.
Ketenangan datang dari sistem, bukan dari menebak bulan depan
Tidak ada cara untuk benar-benar memprediksi berapa pendapatan bulan depan kalau sifat pekerjaannya memang naik turun. Yang bisa dikendalikan adalah sistemnya: anggaran berdasarkan angka terendah, rekening yang meratakan pendapatan, dan dana darurat yang lebih tebal dari standar umum. Dengan sistem seperti itu, bulan sepi berhenti menjadi krisis dan kembali jadi sekadar bulan biasa yang sudah diperhitungkan sejak awal. Lebih banyak panduan keuangan harian ada di kategori Keuangan, dan soal menabung secara khusus ada di Menabung.
More in Keuangan
Keuangan
Cara Mengatur Keuangan Pribadi Tanpa Ribet
Banyak orang merasa mengatur keuangan itu rumit dan membebani, sehingga akhirnya tidak mengatur sama sekali dan membiarkan uang...
Keuangan
Strategi Melunasi Utang Lebih Cepat dan Tetap Waras
Utang bisa terasa seperti beban yang tak berujung, apalagi kalau dibayar tanpa rencana yang jelas.
Keuangan
Cara Mengatur Gaji Bulanan Supaya Tidak Habis di Tengah Jalan
Banyak orang mengalami hal yang sama: gaji masuk, lalu entah bagaimana habis sebelum akhir bulan.