Cara Mulai Investasi Saham untuk Pemula dengan Modal Kecil
Banyak orang ingin mulai membeli saham, tetapi berhenti di langkah pertama karena takut rugi, bingung memilih aplikasi, atau merasa modalnya terlalu kecil.

Banyak orang ingin mulai membeli saham, tetapi berhenti di langkah pertama karena takut rugi, bingung memilih aplikasi, atau merasa modalnya terlalu kecil. Kabar baiknya, investasi saham untuk pemula bisa dimulai dengan uang ratusan ribu rupiah, asalkan Anda paham cara kerjanya dan tidak membeli hanya karena ikut ramai di media sosial.
Saya menulis panduan ini untuk Anda yang belum pernah membuka rekening saham sama sekali. Isinya langkah praktis, angka biaya yang nyata, dan kesalahan yang paling sering membuat pemula kapok di bulan pertama.
Apa itu saham dan kenapa harganya naik turun
Saham adalah bukti kepemilikan sebagian kecil sebuah perusahaan. Jika Anda membeli saham sebuah bank, Anda ikut memiliki bank itu, walaupun porsinya sangat kecil. Keuntungan datang dari dua sumber: kenaikan harga saham saat Anda menjualnya, dan dividen, yaitu bagian laba yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham.
Harga saham bergerak setiap hari karena ada pembeli dan penjual dengan pendapat berbeda. Laporan keuangan, kondisi ekonomi, suku bunga, sampai berita satu hari bisa menggerakkan harga. Dalam jangka pendek pergerakannya sulit ditebak. Dalam jangka panjang, harga saham perusahaan yang labanya terus tumbuh cenderung ikut naik. Karena itu saham lebih cocok untuk uang yang tidak Anda butuhkan minimal 5 tahun ke depan.
Jika Anda belum punya gambaran besar tentang jenis investasi lain, baca dulu panduan mulai investasi dari nol untuk pemula supaya saham tidak menjadi satu-satunya pilihan yang Anda kenal.
Syarat sebelum mulai investasi saham untuk pemula
Sebelum membuka rekening, pastikan tiga hal ini sudah beres:
- Dana darurat sudah ada. Minimal 3 sampai 6 kali pengeluaran bulanan, disimpan di tabungan atau instrumen yang mudah dicairkan. Tanpa dana darurat, Anda bisa terpaksa menjual saham saat harganya sedang turun.
- Tidak ada utang berbunga tinggi. Bunga kartu kredit atau pinjaman online bisa 2 sampai 4 persen per bulan. Melunasinya lebih menguntungkan daripada berharap untung dari saham.
- Uangnya benar-benar dingin. Artinya uang yang tidak akan dipakai untuk biaya sekolah, cicilan, atau kebutuhan dalam waktu dekat.
Langkah membuka rekening saham
Prosesnya sekarang serba online dan biasanya selesai dalam 1 sampai 3 hari kerja.
- Pilih perusahaan sekuritas yang terdaftar dan diawasi OJK. Cek namanya di situs resmi OJK atau Bursa Efek Indonesia sebelum mengunduh aplikasinya.
- Siapkan KTP, NPWP jika ada, dan rekening bank atas nama sendiri.
- Isi formulir dan lakukan verifikasi wajah lewat aplikasi.
- Tunggu nomor SID dan Rekening Dana Nasabah (RDN). RDN adalah rekening khusus di bank atas nama Anda, tempat uang untuk membeli saham disimpan. Uang ini tidak dipegang oleh sekuritas.
- Transfer dana ke RDN, lalu Anda siap membeli saham pertama.
Berapa modal awal dan biaya yang harus dihitung
Saham di Bursa Efek Indonesia dibeli per lot, dan 1 lot berisi 100 lembar. Jadi jika harga saham Rp2.000 per lembar, modal minimal untuk 1 lot adalah Rp200.000. Banyak saham perusahaan besar berada di kisaran Rp1.000 sampai Rp10.000 per lembar, sehingga 1 lot butuh Rp100.000 sampai Rp1.000.000.
Jangan lupa biaya transaksi. Angkanya berbeda di tiap sekuritas, tetapi kisaran umumnya seperti ini:
| Jenis biaya | Kisaran umum | Contoh pada transaksi Rp1.000.000 |
|---|---|---|
| Biaya beli | 0,10 sampai 0,19 persen | Rp1.000 sampai Rp1.900 |
| Biaya jual (termasuk pajak 0,1 persen) | 0,20 sampai 0,29 persen | Rp2.000 sampai Rp2.900 |
| Pajak dividen untuk investor perorangan | 10 persen final, dengan pengecualian tertentu | Dipotong langsung dari dividen |
Artinya, jika Anda membeli lalu menjual di hari yang sama tanpa perubahan harga, Anda sudah rugi sekitar 0,3 sampai 0,5 persen. Biaya ini kecil untuk investor jangka panjang, tetapi cepat menggerus modal jika Anda sering jual beli.
Cara memilih saham pertama tanpa menebak-nebak
Untuk pembelian pertama, pilih perusahaan yang bisnisnya Anda pahami. Pertanyaan sederhana yang bisa Anda jawab sendiri:
- Apakah perusahaan ini menjual produk yang Anda dan orang sekitar pakai setiap hari?
- Apakah labanya positif dan cenderung naik dalam 3 sampai 5 tahun terakhir? Data ini tersedia di aplikasi sekuritas atau laporan tahunan perusahaan.
- Apakah utangnya wajar dibanding modal sendiri?
- Apakah perusahaan rutin membagikan dividen?
Mulailah dengan 2 sampai 4 saham dari sektor yang berbeda, misalnya perbankan, barang konsumsi, dan telekomunikasi. Jangan taruh lebih dari 25 persen dana saham Anda di satu perusahaan. Jika memilih saham sendiri terasa terlalu berat, reksa dana saham atau reksa dana indeks bisa menjadi pintu masuk. Penjelasannya ada di artikel mengenal reksa dana untuk pemula.
Pandangan berbeda: jangan mulai dari saham murah
Saran yang sering beredar di kalangan pemula adalah membeli saham seharga Rp50 sampai Rp200 per lembar karena "bisa dapat banyak lot" dan "ruang naiknya besar". Saya tidak setuju, dan alasannya sederhana.
Harga per lembar tidak menunjukkan murah atau mahalnya sebuah perusahaan. Saham Rp100 bisa jauh lebih mahal dari nilai bisnisnya, sementara saham Rp9.000 bisa saja masih wajar. Saham berharga sangat rendah sering milik perusahaan kecil dengan laba tidak stabil dan transaksi yang sepi, sehingga harganya mudah digerakkan segelintir pihak dan sulit dijual saat Anda butuh. Banyak pemula yang membeli saham seperti ini justru tersangkut bertahun-tahun. Lebih baik memiliki 1 lot perusahaan yang sehat daripada 50 lot perusahaan yang tidak jelas.
Kebiasaan yang membuat pemula bertahan
Strategi paling sederhana yang cocok untuk pemula adalah membeli rutin setiap bulan dengan jumlah tetap, misalnya Rp500.000 setiap tanggal gajian, tanpa peduli harga sedang naik atau turun. Cara ini membuat harga beli rata-rata Anda lebih seimbang dan mengurangi godaan menebak waktu terbaik.
Selain itu, cek portofolio cukup seminggu atau sebulan sekali, bukan setiap jam. Penurunan 10 sampai 20 persen dalam setahun adalah hal yang biasa di pasar saham. Pahami dulu risiko ini lewat panduan memahami risiko sebelum berinvestasi, supaya Anda tidak panik menjual di titik terendah.
Kesalahan yang paling sering dilakukan pemula
Dari obrolan dengan pembaca yang baru mulai, kesalahan berikut muncul berulang kali di 3 bulan pertama:
- Membeli karena rekomendasi grup chat. Jika Anda tidak bisa menjelaskan dalam dua kalimat apa bisnis perusahaan itu, jangan dibeli dulu.
- Memakai seluruh uang di hari pertama. Sisakan sebagian dana di RDN atau tabungan, supaya Anda bisa membeli lagi saat harga turun tanpa stres.
- Tidak mencatat alasan membeli. Tulis di catatan ponsel kenapa Anda membeli saham itu. Saat harga turun, baca lagi catatan tersebut. Jika alasannya masih berlaku, tidak ada yang perlu dijual.
- Terlalu sering jual beli. Sepuluh transaksi kecil dalam sebulan bisa menghabiskan 3 sampai 5 persen modal hanya untuk biaya.
Kesalahan ini wajar, tetapi semakin cepat disadari, semakin kecil biaya belajarnya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa modal minimal untuk investasi saham pemula?
Modal minimal sama dengan harga 1 lot, yaitu harga per lembar dikali 100. Untuk saham perusahaan besar biasanya Rp100.000 sampai Rp1.000.000. Beberapa sekuritas juga tidak mensyaratkan setoran awal tertentu, tetapi tetap sisakan dana untuk biaya transaksi.
Apakah investasi saham aman untuk pemula?
Uang di RDN tercatat atas nama Anda dan diawasi oleh OJK, KSEI, dan bursa, jadi sistemnya aman selama sekuritasnya resmi. Yang tidak dijamin adalah harga saham, yang bisa turun. Risiko itu bisa dikurangi dengan dana darurat, diversifikasi, dan jangka waktu panjang.
Lebih baik saham atau reksa dana untuk pemula?
Reksa dana lebih praktis jika Anda belum punya waktu mempelajari laporan keuangan, karena dikelola manajer investasi. Saham memberi kendali penuh dan biaya tahunan lebih rendah, tetapi menuntut riset sendiri. Banyak pemula memulai dengan reksa dana, lalu menambah saham sedikit demi sedikit.
More in Investasi Pemula
Investasi Pemula
Reksa Dana Pasar Uang vs Deposito untuk Pemula
Kamu punya uang Rp10 juta yang belum akan dipakai dalam setahun, tapi membiarkannya di tabungan biasa rasanya sayang karena...
Investasi Pemula
Investasi Emas untuk Pemula Mulai dari Modal Kecil
Banyak orang ingin mulai menyisihkan uang ke aset yang nilainya tidak tergerus inflasi, tapi bingung harus mulai dari mana dan...
Investasi Pemula
Obligasi Negara Ritel untuk Pemula dengan Modal Satu Juta
Banyak orang ingin uangnya bertumbuh lebih cepat daripada bunga tabungan, tetapi takut melihat angka merah di aplikasi saham.